Cara Kamboja Merawat Sejarah

Buddhist_Stupa_at_Choeung_Ek_killing_fields,_Cambodia

Stupa At Choeung Di Killing Fields Cambodia

BEBERAPA hari yang lalu saya mengunjungi beberapa negara di Asean dan salah satu negara yang kami kunjungi adalah Kamboja, salah satu tempat yang terkenal dengan Angkor Wat dan The Killing Fields of Choeungt di mana ini adalah tempat Pol Pot membunuh 17.000 rakyat kamboja ketika berkuasa setelah mengkudeta presiden.

Cheoung Ek Genocidal Center terletak di Desa Cheoung Ek, sekitar 15 kilometer dari Kota Phnom Penh. Perjalanan kesana kami tempuh dengan menggunakan tut-tuk (trasportasi umum di Kamboja), masyarakat Kamboja begitu ramah, karena mereka sedang membangun Kamboja yang masih tertingal dengan negara lain di Asia Tenggara.
Begitu sampai di kompleks Killing Fields kami disambut oleh tour guide dan membayar tiket masuk serta  seperangkat audio MP3 penjelasan  tentang cerita dari keterangan gambar yang telah diberi nomor di mana setiap petunjuk akan diceritakan oleh Audio yang diberikan.
Ketika memasuki kawasan Killing Fields kami disambut oleh stupa yang menjulang tinggi di mana disini di semayamkan sekitar 8.000 tengkorak untuk menghormati korban yang dibunuh oleh Pol Pot. Serta alat-alat yang digunakan untuk eksekusi dipajang di sini.
Begitu kami masuk suasana hening tidak ada yang bersuara keras dan tawaan di sini karena khusyuk mendengari penjelasan dari audio di setiap nomer yang dikunjungi. Merokok dilarang keras di komplek killing fields. Pertama masuk sebelah kanan ada tempat pemutaran video dan museum di mana di sini dipajang foto-foto korban, pakain tentara Khamer Merah serta berbagai sisa dari Khamer Merah masih bisa ditemui disini.
Dan saya dan teman-teman Atjeh Bicycle Community beruntung karena ketika kami datang sedang ada pemutaran film dokumenter oleh pengelola killing fields untuk pengunjung, jadi kami pun menyaksikan cerita killing fields secara audio visual, pemutaran sekitar 30 menit tapi sejarah serta gambar yang ditampilkan betul mengerikan, kalau kekerasan serta bagaimana cara membunuh warganya kala itu baik nya tidak menyaksikan film tersebut.
Setelah menyaksikan dokumenter tadi kami lanjutkankan dengan mengelilingi setiap titik yang dinomorkan sekalian penjelasan yang diberikan oleh audio. Di sini kita masih bisa menyaksikan baju-baju atau celana-celana korban kekejaman pol-pot yang diletakkan dalam akuarium.
Setiap “kuburan” tempat dikuburnya korban Khamer Merah dibuat seperti pondok serta penjelasan keterangan mengenai jumlah korban yang dikubur di sini. Sebagai rasa berduka banyak turis meletakkan gelang  yang digantungkan disini sebagai rasa simpati kepada korban.
Killing Tree  “pohon kematian” di sinilah di mana setiap anak kecil dihantam kepala nya oleh tentara Khamer Merah untuk dibunuh. Masih ada sisa bercak darah yang bisa kita saksikan di pohon yang besar ini. Dan pohon ini menjadi salah satu yang begitu dilindungi karena nilai sejarah nya begitu pedih dirasakan oleh rakyat kamboja kala itu.
Dan terakhir kami masuk kedalam Bangunan Memorial stupa yang menjulang ke langit 55 meter dan terdiri tari 17 tingkat. Setiap tingkatan menyimpan beragai jenis tulang yang berbeda dari korban. Pada tingkat pertama diabadikannya pakaian korban dan “peralatan pembunuhan” seperti celurit, parang dan alat-alat eksekusi lainnya. Serta tingkat dua sampai 17 berisi tengkorak korban yang ditemukan di sekitar ladang pembataian ini yang telah di beri warna sebagai jenis kelamin dan umur korban.
Aceh juga bisa begini begitu banyak tempat yang bisa dikenang, ada rumah gedong, Pesantren Tgk Bantakiah di Beutong dan banyak tempat di Aceh yang memiliki nilai sejarah yang kelam. Bukan untuk mengingatkan tapi untuk kita berbagi dengan orang lain layaknya seperti Kamboja merawat sejarah lewat killing fields.
Di publiskan oleh Serambi news

fakhrizan1